Archive for October, 2007

Passing Through Tunnel

October 27, 2007

Walking through the channel gave a scary feeling. That moment, it seemed like thing would not end. The tunnel appeared to be too long for my exhausted feet to walk. Already sweating, I was afraid that I couldn’t make it to the destination.

The tunnel I describe is the tunnel I always pass from Outram Park to Harbourfront when going back to Balai.

Reverse : Ternyata….! Hidup ini Sederhana

October 27, 2007

 

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam
tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan
pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara
kebiasaan yang baik .
—- 000 —–

Ternyata setelah kerja, dia tidak tahu apa2. Cuman bisa pungut sampah.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda.
Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di
toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan
sepeda hingga bersih mengkilap.
Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.
Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik
kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja.
—- 000 —–

Ternyata dia makin hari makin malas. Terus di pecat.

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu
menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak
marah-marah. “

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah .
—- 000 —–

Ternyata anaknya sering berbuat onar, dan ibunya ngak bisa marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur.
” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku.”
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja .
—- 000 —–

Yang ini wa setuju

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah. ” Ada pula yang
menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.
” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. ” Pelatih
memberikan jawaban yang paling tepat:
“Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana .”

*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

—- 000 —–

Ternyata sampai sore pun gak dapat2.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir
jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah. ” Beberapa hari
kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa
si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.
—- 000 —–

Ternyata katak sawah juga di pijak oleh petani.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan
berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil
tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan
memiliki secukupnya saja.

________ 000000 _________

Ternyata dia kehabisan makanan. Gawat!!

IP Address

October 24, 2007

I wonder If one day Internet is so advanced that we begin to ask : Hey Miss, What’s your IP address?

Instead of mobile no.

It can be solved eventually

October 10, 2007

Yesterday, my program encountered some problems. It just didn’t work as it’s supposed to be. Over in my testing machine, it works perfectly fine. However, It’s not working in the customer’s machine.

I did a lot of testings and debuggings. Still, I couldn’t find the reason.

Until 12.40, I found the reason. And I manage to solve the problem. During the unsolved period, I always thought of Yanto’s famous quote : To every problem, there must be a way to solve it.

Korean Boss

October 2, 2007

My first job was a waiter, the second job was also a waiter and until the last part-time job before graduating was again a waiter.

Now, I am holding a full-time job as a programmer. (Wait a minute, now it’s supposed to be working hour)

I met my second job’s boss. He opened a stall (I used to work in his restaurant) at around my workplace. At the first day, I didn’t say hi to him. For my own obvious reason, I’d afraid he’d think I was up to something(Ask for free gong gi bab (rice) or whatever).

The second day, which was just now, I said hi to him. I say the very Korean word that I am so fluent : “Ane ha se yo” which meant “how are you?”. To my very surprise, I didn’t get a response from him. He didn’t seem to bother about me. How do I feel? Super paiseh(embarrassed).. I’d like to be an ostrich as much as I wanted to be rich.